Selasa, 17 September 2013

PENDEKATAN EMPAT P DALAM PENGEMBANGAN KREATIVITAS


            Kreativitas perlu dipupuk sejak dini dalam diri anak didik karena:
1.      Dengan berkreasi orang dapat mewujudkan (mengaktualisasikan) dirinya, dan aktualisasi merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tinggi dalam hidup manusia.
2.      Sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai pada saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan
3.      Bersibuk diri secara kreatif bukan hanya bermanfaat (bagi diri pribadi dan bagi lingkungan) tetapi juga memberikan kepuasan kepada individu.
4.      Memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.
Teori tentang perkembangan pembentukan pribadi kreatif ada tiga yaitu:
1.      Teori psikoanalisis
a.       Teori Freud
b.      Teori Kris
c.       Teori Jung
2.      Teori humanistik
a.       Teori Maslow
b.      Teori rogers
3.      Ciri-ciri kepribadian kreatif
Sepuluh ciri-ciri pribadi kreatif yang diperoleh dari kelompok pakar psikologi (30 orang) sebagai berikut:
a.       Imajinatif
b.      Mempunyai prakarsa
c.       Mempunyai minat luas
d.      Mandiri dalm berfikir
e.       Melit
f.       Senang berpetualang
g.      Penuh energi
h.      Percaya diri
i.        Bersedian mengambil risiko
j.        Berani dalam pendirian dan keyakinan
Peringkat ciri siswa yang paling didinginkan oleh guru sekolah dasar dan sekolah menengah (102 orang)
a.       Penuh energi
b.      Mempunyai prakarsa
c.       Percaya diri
d.      Sopan
e.       Rajin
f.       Melaksanakan pekerjaan pada waktunya
g.      Sehat
h.      Berani dalam berpendapat
i.        Mempunyai ingatan baik
j.        Ulet
Teori-teori tentang “press” terbagi 2 yaitu:
1.      Motivasi untuk kreativitas
2.      Kondisi eksternal yang mendorong prilaku kreatif
a.       Keamanan psikologis
*      Menerima individu apa adanya
*      Mengusahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada
*      Memberikan pengertian secara empatis
b.      Kebebasan psikologis
Teori tentang proses kreatif ada dua yaitu :
Ø  Teori wallas
Ø  Teori tentang balahan otak kanan dan kiri
Teori tentang produk kreatif  meliputi tiga komponen yaitu :
v  Hukum paten dalam penilaian produk penemuan
v  Model dari besemer dan trefinger
v  Model penilaian kreativitas dalam mengarang
strategi 4p dalam pengembangan kreativitas yaitu :
a.       Pribadi
b.      Pendorong (Press)
c.       Proses
d.      Produk

Selasa, 10 September 2013

DASAR PERTIMBANGAN, KEBIJAKAN, DAN KONSEP KEBERBAKATAN DAN KREATIFITAS


A.Dasar Pertimbangan untuk Pengembangan Kreativitas
1.Hakikat Pendidikan
            Tujuan pendidikan pada umumnya ialah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat. Setiap orang mempunyai bakat dan kemampuan yang berbeda-beda oleh karena itu setiap orang membutuhkan pendidikan yang berbeda-beda pula. Dulu orang bisa mengartikan “anak berbakat” sebagai anak yang memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang tinggi. Namaun sekarang semakin disadari bahwa yang menentukan keberbakatan bukan hanya intelegensi (kecerdasan) melainkan juga kreatifitas dan motivasi untuk berprestasi (defenisi Renzulli tentang keberbakatan, 1981)
2.Kebutuhan dan Kreatifitas
            Kemajuan teknologi yang meningkat disatu pihak dan ledakan penduduk disertai berkurangnya persediaan sumber-sumber alami dari lain pihak, lebih-lebih lagi menuntut adaptasi secara kreatif dan mampu untuk mencapai pemecahan yang imajinatif.
            Perhatian utama terhadap kreativitas dan kesadaran akan pertimbangannya bagi ilmu pengetahuan datang dari bidang luar psikologi. Perusahaan-perusahaan mengakui makna yang sangat besar dari gagasan-gagasan baru. Banyak departemen pemerintah mencari orang-orang yang memiliki potensi kreatif-inventif.
3.Kendala dalam Pengembanagan Kreatifitas
            Salah satu kendala konseptual utama terhadap studi kreativitas adalah pengertian kreativitas sebagai sifat yang diwarisi oleh orang yang berbakat luar biasa atau genius.
            Kendala konseptual lainnya terhadap ‘gerakan kreativitas’ terletak pada alat-alat ukur (tes) yang biasanya dipakai di sekolah-sekolah, yaitu tes intelegensi tradisionala yang mengukur kemampuan siswa untuk belajar, dan tes prestasi belajar untuk menilai kemajuan siswa selama program pendidikan.
4.Hubungan Kreatifitas – Intelegensi
            Hubungan anatara kreativitas dan intelegensi sangatlah meningkat, khususnya sejauh mana intelegensi berpengaruh terhadap kreativitas seseorang. Model struktur intelegensi membedakan anatara berfikir konvergen dan divergen. Kemampuan berfikir konvergen mendasari tes intelegensi tradisional dan kemampuan berfikir divergen merupakan indikator kreativitas.
            Sehubungan dengan masalah dimensionalitas intelegensi-kreativitas, dalam penelitian Utami Munandar (1977) dari hasil study korelasi dan analisis faktor membuktikan tes kreativitas sebagai dimensi fungsi kognitif yang relatif bersatu yang dapat dibedakan dari tes inteligensi, tetapi berfikir divergen (kreativitas) juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan berpikir konvergen (inteligensi).
5.Peran Inteligensi dan Kreatifitas Terhadap Prestasi Sekolah
            Torrance (1959), Getzels dan Jackson (1962), dan Yamamoto (1964) berdasarkan studinya masing-masing sampai pada kesimpulan yang sama, yaitu bahwa kelompok siswa yang kretivitasnya tinggi tidak berbeda dengan prestasi sekolah dati kelompok siswa yang inteligensinya relatif lebih tinggi. Penelitian Utami Munandar (1977) terhadap siswa SD dan SMP menunjukkan bahwa kreatifitas sama absahnya dengan inteligensi sebagai prediktor dari prestasi sekolah. Jika efek dari inteligensi dieliminasikan, hubungan antara inteligensi dan prestasi sekolah tetap substansial. Kombinasi dari inteligensi dan kreativitas lebih efektif lagi sebagai prediktor prestasi sekolah daripada masing-masing ukuran sendiri. Implikasinya terhadap pendidikan ialah bahwa untuk tujuan seleksi dan identifikasi bakat sebaiknya menggunakan kombinasi dari tes inteligensi dan tes kreativitas.
6.Sikap Kreatif Non-Aptitude Trait dari Kreativitas
            Ciri-ciri apitude dari kreativitas (berpikir kreatif) meliputi kelancaran, kelenturan (fleksibelitas), dan orisinalitas dalam berpikir, dan ciri-ciri ini dioprasionalisasikan dalam tes berpikir divergen. Namun produktivitas kreativ tidak sama dengan produktivitas divergen. Sejauh mana seseorang menghasilkan prestasi kreativ ikut ditentukan oleh ciri-ciri non-aptitude (afektif).
            Penelitian berdasarkan analisis faktor menunjukkan korelasi yang statis bermakna (signifikan) walaupun rendah, antara ciri-ciri non-aptitude atau efektif ini (seperti kepercayaan diri, keuletan, apresiasi estetik, kemandirian) dan ciri-ciri aptitude dari kreativitas (antara kelancaran, kelenturan, dan orisinalitas dalam berpikir).
7.Sikap Guru dan Orang Tua Mengenai Kreativitas
            Yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah mengembangkan sikap dan kemampuan anak didiknya yang dapat membantu untuk menghadapi persoalan-persoalan dimasa yang akan datang secara kreativ dan inventif. Menjejalkan bahan pengetahuan semata-mata tak akan banyak menolong anak didik, karena belum tentu dimasa mendatang ia dapat menggunakan informasi tersebut. Banyak orang memiliki benih-benih kekreatifan, tetapi lingkungan gagal untuk memberikan pupuk yang tepat untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, orang-orang ini tidak pernah hidup sepenuhnya.
B.Dasar Pertimbangan untuk Pendidikan Anak Berbakat
            Anak benar-benar berbakat maka ia akan dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya sendiri.
C.Kebijakan
1.Kebijakan Tentang Pelayanan Pendidikan Anak Berbakat
            Karena peserta didik berbeda-beda dalam bakat, minat,dan kemampuan, maka implikasinya ialah bahwa perlakuan pendidik perlu disesuaikan dengan potensi setiap peserta didik.
2.Kebijakan tentang Pengembangan Kreativitas
            Pengembangan kreativitas hendaknya dimulai pada usia dini, yaitu dilingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dan dalam pendidikan pra-sekolah.
3.Peran Kreativitas dalam Program Pendidikan Anka Berbakat
            Kreativitas hendaknya meresap dalam seluruh kurikulum dan iklim kelas melalui faktor-faktor seperti sikap menerima keunikan individu, pertanyaan yang berakhir terbuka, penjajakan dan kemungkinan membuat pilihan.


D.Konsep Kreatifitas
            Konsep kreatifitas meliputi, yaitu:
1.      Kreativitas dan aktualisasi diri
2.      Konsep kreativitas dengan pendekatan empat P, yaitu
a.defenisi pribadi
b.defenisi proses
c.defenisi produk
d.defenisi “press”
E.Konsep Anak Berbakat dan Keberbakatan (giftedness)
            Anak berbakat adalah mereka yamg oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi yang tinggi karena mempunyai kemampuan-kemampuan yang unggul. Anak-anak tersebut memerlukan program pendidikan yang berdiferensiasi dan merealisasikan sumbanagan mereka terhadap masyarakat maupun untuk pengembangan diri sendiri.


Sabtu, 15 Juni 2013

7 Buah yang Memiliki Kandungan Vitamin C Tertinggi


Vitamin C berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert Szent-Györgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal peranannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Pada beberapa penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman's University menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah. Vitamin C ini dapat ditemukan dalam beberapa buah-buahan, berikut 7 daftar buah-buahan dengan kandungan vitamin C tertinggi.

1. Jambu Biji (Merah)

Kandungan vitamin C dalam buah ini dapat dikatakan paling tinggi di kelas buah-buahan...Dalam takaran 100 gram terdapat 108 miligram vitamin C...Kebutuhan tubuh akan vitamin C pada kondisi normal bervariasi antara 40 mg sampai dengan 120 mg...Selain kaya vitamin C, buah ini juga mempunyai beberapa manfaat lain, yaitu: menurunkan berat badan, mencegah kulit wajah berjerawat, menurunkan kolesterol, serta mengobati diare.




2. Kiwi

Kandungan vitamin C pada kiwi sedikit lebih rendah daripada jambu biji...Kandungannya sebanyak 92,7 mg setiap 100 g kiwi...Kandungan unik dari buah ini adalah adanya enzim actinidin yang dapat mencerna protein sehingga lebih mudah diserap tubuh...




3. Lengkeng

Daging buah lengkeng mengandung vitamin C sebanyak 84 mg per 100 gram...Selain itu buah ini juga mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, vitamin A, vitamin B, dan senyawa-senyawa kimia tumbuhan (fitokimia) lainnya yang berguna bagi kesehatan...Kombinasi dari senyawa-senyawa fitokimia ini memiliki berbagai manfaat, di antaranya adalah mengendurkan syaraf...Oleh sebab itu buah lengkeng memberikan efek penenang dan berkhasiat mengatasi gelisah, susah tidur. Selain itu bermanfaat menyehatkan jantung dan bisa mengobati jantung berdebar keras...




4. Pepaya

Kandungan Vitamin C dalam buah pepaya adalah sebesar 74 mg per 100gram...Buah ini sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari...Selain kaya vitamin C buah pepaya juga kaya akan vitamin A...Salah satu manfaat buah pepaya adalah melancarkan BAB...




5. Jeruk


Buah ini yang paling terkenal akan kandungan vitamin C...Kandungan vitamin C pada jeruk per 100 gram adalah sebesar 53mg...Jenis jeruk sangat beragam, bahkan buah ini dapat disilangkan (hibrid)...




6. Melon

Kandungan vitamin C pada buah melon adalah sebesar 42 mg per 100 gram buah...Buah ini juga mengandung provitamin A, zat anti kanker...Khasiat melon antara lain mencegah penggumpalan darah, menghaluskan kulit dan menurunkan kadar kolesterol...




7. Anggur

Buah ini mengandung vitamin C sebesar 34 mg per 100 gram buah...Buah ini dikenal memiliki rasa yang manis dan asam...Buah anggur tidak hanya sumber dari vitamin A, C, B6 dan folate yang baik...Tetapi juga sumber mineral penting lainnya seperti potassium, calcium, iron, phosphorus, magnesium dan selenium...